Ibuku

Ibuku...
Beliau-nya belum pernah sekalipun naik pesawat, dengan grogi dan takut melangkah menuju Gate Bandara Ahmad Yani di pagi hari.... Sekalinya naik pesawat langsung cuuuss Smrg-Jkta, Jkta-Makkah untuk Ibadah... Waktu itu sekitar Maret 2016 tepat di dalam hari kelahirannya... Niat saat itu selain Ibadah bagi diri sendiri juga bagi Ayahanda yang sudah wafat, begitu setianya....
Ibuku....
Biasanya diriku mendengarkan nasihat dirimu... tetapi entah kenapa kali ini hanya hatiku yang kudengarkan...maafkan diriku...
Ibuku....
Sekarang dirimu ada hp baru bisa WA bisa VC bisa nelepon, aku tahu sebenarnya dirimu merindukan diriku...berkali-kali dirimu ingin ditemani dan turun dari pegunungan...dan kubilang sibuk, hujan, sejuta alasan...diriku takut dirimu tahu apa yang kusembunyikan tetapi Ibu...untuk kali ini ingin sekali aku hanya mendengarkan kata hatiku...meskipun dirikupun tahu selalu dirimu menjaga hatiku supaya tidak terluka....
Ibuku...
Yang sebenarnya diriku takut kejujuran mulutku kepadamu...
Yang sebenarnya diriku takut pandangan mata-mu yang menelanjangiku....
Maafkan diriku Ibu...
Akupun tak mampu menguasai diriku sendiri...tetapi diriku hanya ingin berbagi hal bahagiya saja kepadamu tanpa harus dirimu tahu mendetail sehingga diriku tak berdaya dihadapanmu....
Ibuku....
Sebenarnya akupun rindu padamu...
Tetapi kejujuranku bisa membunuhku...
Sungguh dirikupun meragukan mungkinkah kesetiaan dibawa hingga  kematian menjemput pasangan dan dalam do'a dan lantunan tahlil penyertaan selalu untuk yang dikasihi yang pergi mendahului.... Sebuah pertanyaan besar bagi diriku sendiri....


Komentar

Postingan Populer